Sekolah dasar membangun karakter awal, memberi warna dasar, guru dicontoh, bukan dimengerti, siswa diajari, bukan dihajar. Pintar haruslah bijak, berbuat tidak selalu berkata, Pendidikan adalah jiwa, pelajaran adalah bekal. Nilai bukanlah ujian, faham adalah tujuan. Enam tabiat luhur dasar kehidupan: rukun, kompak, kerjasama yang baik, jujur, amanah, sederhana.

15 November 2008

Percobaan upload file

oleh : bu Eka

Pagi in sambil saya mengerjakan kisi-kisi dan soal Ulangan akhir semester ganjil, suami saya
menyiapkan satu akun di sendspace.com untuk penyimpanan arsip soal yang bisa didownload bila anda (membutuhkan) ingin membacanya.

Berikut juga saya berikan kisi-kisi dan soal Ulangan tengah semester ganji kelas 6 bidang studi Bahasa Indonesia.Untuk bidang studi lainnya menyusul ya...
Untuk kisi-kisi UAS Bahasa Indonesia kelas 6 yang saya buat ada disini. Dan ini soal yang akan diujikan Desember nanti.

27 October 2008

Undangan Teken Kontrak PTT via SMS

Beberapa hari yang lalu, sepulang dari sekolah, ada SMS masuk. Isinya mengatakan :"Teman-teman guru PTT harap datang pada hari Kamis, 6-11 ke Menza untuk tanda tangan kontrak baru. Harap datang tepat waktu. Jakarta Selatan jam 8-10."
Berita ini sebenarnya sudah akrab di handphone saya sejak beberapa tahun lalu. Kalau tahun kemarin, saya menanggapi dengan biasa saja. Tapi tidak kali ini.
Penyebabnya adalah karena berita yang ditunggu adalah undangan penandatanganan SK pengangkatan menjadi guru PNS, bukan lagi kontrak menjadi guru PTT. Bukankan pemberkasan telah dilakukan beberapa bulan yang lalu? Menunggu sekian lama, ternyata masih saja harus kontrak PTT yang akan ditandatangani.
Tapi rupanya memang sudah jadi gaya bicara orang jawa, 'masih untung' bila dibanding guru lain yang tidak/belum terikat kontrak PTT, atau masih guru honor sekolah. Jadi , ya sudahlah. Apa mau dikata. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana bisa mengajar dengan baik, mendidik dengan benar, dan memberi contoh yang tepat bagi siswa-siswi di sekolah.
Lagi pula, inikan baru SMS, bukan surat resmi, siapa tahu surat resminya nanti berkata lain, yaitu undangan untuk menandatangani SK pengangkatan.

14 September 2008

Ready.!? ACTION !!!

0
1
2

Itulah gaya anak-anak muda dari DIGITAL STUDIO, yang sedang membuat film pendek cerita tentang dua siswa SD yang selalu bersaing, dan terlibat pertengkaran. Lalu dibalik itu ternyata ke duanya punya suatu kesamaan.
Ceritanya mengambil nama peran PAYUNG, yaitu Papang dan Iyung.
Salah satu pemeran, Fatimah, adalah siswi kelas 6 yang waktu dikelas 4 ikut berperan dalam lawak (drama komedi) yang dipentaskan saat PENSI 19 (baca Pentas seni SD tetangga ) .
Senang juga melihat kemampuan mereka bergaya mengikuti peran yang ditugaskan. Walaupun tentunya melelahkan karena mereka sedang berpuasa. Lawan main Fatimah , Inayah pun cukup bisa melakukan tugasnya, walaupun beberapa 'take' harus diulang.

Kegiatan ini kami anggap sebagai ekstra-kurikuler bidang seni drama. Para crew yang membuat film ini datang ke sekolah mengajukan permohonan untuk menggunakan murid sekelas untuk tugas praktek mereka. Beberapa guru sebenarnya keberatan, tapi karena Bapak Kepala Sekolah mengizinkan , ya saya hanya menjalankan tugas dari atasan. Lagi pula terlibat langsung dalam pengambilan adegan untuk pembuatan film (walaupun hanya berdurasi menitan) adalah kesempatan yang langka bagi kami dan anak-anak murid. Maklum saja, peralatan digital video yang dipakai adalah kelas profesional.
Begitu pula bagi anak-anak, mereka jadi dapat pengetahuan tentang cara pembuatan suatu film, sebelum nantinya bisa dilihat sebagai suatu tontonan.
Mau lihat bagaimana hasilnya ? Tunggu saja nanti kiriman CD yang dijanjikan crew dari Digital Studio. 

10 August 2008

Pesta IPTEK 2008





Kemarin, beberapa siswa kelas 6 ada yang ikut perlombaan gerak jalan pramuka, dikawal guru pramuka kak Hardi. Beberapa lagi ikut saya (guru kelas) ke PESTA IPTEK di BPPT, Jl. MH Thamrin .  Tapi ini bukanlah kegiatan resmi , hanya kebetulan 3 orang anak saya diajak suami ke acara tsb, karena memang itu dilaksanakan di BPPT, kantor suami saya.
Dengan mobil Isuzu Phanter , 3 anak saya ditambah 8 murid, plus saya dan suami, terasa sesak namun semua tampak senang senang saja.
Mengikuti beberapa kegiatan, ada lomba bikin komik pakai laptop (softwarenya Comic Life) , belajar membuat mind mapping, dan beberapa acara lain.

08 August 2008

Kisah yang tertinggal

      
Acara perpisahan/penglepasan siswa kelas 6 tahun ajaran 2007-2008 sudah lewat lebih dari 1 bulan. Ada kisah yang saya pikir perlu jadi suatu kenangan bagi kami, guru-guru, maupun bagi mereka siswa-siswi.
Acara yang memang tidak wah, bahkan sangat sederhana. Acara hanya kami adakan di BonBin Ragunan, yg lokasinya cuma setengah jam perjalanan dari sekolah. Tanpa panggung, tanpa dandanan , bahkan tanpa sound-system yang memadai.
Walaupun ada beberapa pertunjukan yang disiapkan (sudah latihan) beberapa minggu sebelumnya, tapi tidak jadi dipertunjukkan secara penuh. Tarian diperagakan tanpa kostum yg sebenarnya, lagupun tanpa iringan alat musik.
Ya, memang semua serba terbatas. Karena kami memang hanya punya dana yg sangat minim.
Selesai acara formal, anak-anak dan orang tuanya kami ajak ke anjungan PRIMATA.

28 July 2008

Awal tahun ajaran 2008/2009, Murid baru, Masalah baru

Bagi beberapa orang, menjadi guru dianggap pekerjaan yang makin lama makin menjenuhkan. Karena mereka pikir, tiap tahun, selama masih mengajar kelas yang sama, pelajaran yang sama, maka semakin hapal apa yang akan diajarkan, semua akan menjadi rutinitas.
Mungkin ada benarnya.
Tapi sama sekali tidak ( atau belum ) buat saya. Karena murid yang dihadapi berbeda, walau dengan materi kurikulum yang sama, masih banyak hal yang berbeda.
Ya, karena memang manusia itu unik, tidak ada yang benar-benar sama, sekalipun kembar. Saya punya adik laki-laki, kembar identik katanya. Tapi toh dengan mudah saya bisa membedakan. Karena mungkin tiap hari bertemu.
Begitu pula anak-anak dikelas saya tahun ini.  
Ya semoga saja mereka punya semangat untuk belajar lebih baik dari kakak kelasnya tahun lalu. Karena dengan 26 orang murid tahun ini, rasanya pasti lebih berat buat membimbing mereka mencapai harapan orangtua mereka akhir tahun ajaran nanti, yaitu masuk SMP Negeri.

22 June 2008

KELULUSAN UASBN

Daftar nilai UASBN telah dibagikan dari kantor KaSie Dinas Pendidikan Dasar kecamatan Tebet hari Kamis 19 Juni 2008 lalu, Hasilnya memang tidak jauh dari perkiraan, bahwa beberapa murid yang memang tergolong pandai mampu mencapai nilai baik dengan jumlah diatas 18, atau rata-rata  6 untuk 3 mata pelajaran yang diujikan.
Namun tidak menjadikan saya tentram, karena satu anak yang cukup bermasalah, bahkan sebelumnya pernah hampir dikeluarkan oleh ibu Kep.Sek yang lalu, mendapat nilai yang mengejutkan.. Nilai Bahasa Indonesia 8, IPA 6 tetapi matematika cuma 1,75. Artinya nilai matematika berada dibawah SKL sekolah yang "cuma" 2,5...
Dari bapak Pengawas, hal ini dianjurkan untuk ditanyakan ke Dindikdas di Rawa Bunga. Maka sayapun bergerak kesana bersama beberapa guru lain yang juga punya masalah sama.
Di PKG Rawabunga, dilakukan pengecekan langsung pada lembar jawaban siswa. dan proses ini berlangsung cukup lama. Bukan pengecekannya yang makan waktu, tapi pencarian lembar jawabannya. Dan diberitahu bahwa besok saja kembali lagi untuk melihat hasilnya.

Jum'at 20 Juni 2008...
Sejak pagi saya sudah stress, bahkan hubungan dengan suami sempat terganggu. Hingga pkl 09.00 belum ada berita dari Disdik DKI, maka saya putuskan untuk ke PKG. Sampai disana , kerumunan guru dan antrian di ruang paling pojok PKG. Saya tanyakan pada pegawai yang bertugas, diperkirakan jam 3 siang mungkin datanya sudah bisa ditemukan. Maka saya kembali lagi ke sekolah.

Siang, jam 1.  Suami saya datang ke sekolah, menyempatkan untuk mengantar ke PKG. Sambil menunggu jam 3, mengerjakan daftar nilai rapor. Semangkuk mie ayam jadi makan siang saya hari ini, dibelikan Neni, salah satu muridku. Lumayan daripada perut kosong , sementara kondisi badan mulai turun karena flu. Padahal besok Sabtu acara perpisahan kelas VI di BonBin Ragunan. belum lagi soal kendaraan mobil phanter dirumah yang belum tahu apa bisa dipakai besok untuk membawa anak-anak ku sendiri.

Jam 3 siang. PKG masih juga ramai. Ada juga penjual buku fotocopi-an himpunan aturan-aturan hingga RPP untuk KTSP. Tapi semua tidak menarik perhatian saya. Lagi , saya harus ikut antrian. Ada beberapa guru yang bahkan nilai satu mata pelajaran dari semua siswanya belum tercantum dilembar edaran hasil UASBNnya.

Jam 4.30, saya belum sholat ashar. Kami bergegas pergi dulu ke Masjid Al-amin, Tebet. Dekat salah satu rumah orangtua murid yang biasa saya mintai pinjam mukenanya. Selain itu kamar mandi di Masjid itu terhitung bersih, dan yang penting banyak airnya. Satu sarat untuk mensucikan diri bagi saya, maklum perempuan.
Selesai sholat, walau sudah hampir magrib, kami putuskan kembali dulu ke PKG.

Jam 5.30. Antrian masih terlihat ramai. Karena saya haus, saya minta mas Nano mengantar belanja makanan kecil untuk bekal anak-anak besok sekalian beli minuman. Putar-putar ditoko Mini Super, toko ini cukup lengkap. Lalu antri di kasir. Pembelanjaan sampai 100ribu lebih. Ditawari HP Smart seharga pulsanya yang 120rb. Sempat telpon suami yang nunggu diluar, tapi sudah terlanjur saya bayar. Eh malah disuruh beli 2 sekalian ...
Tak terasa sudah jam 19 waktu balik lagi ke PKG. Sudah ada tumpukan formulir yang tadi dimasukkan guru-guru. Cari-cari, akhirnya dapat juga lembaran sekolah saya. Hasilnya cukup mengejutkan,nilai yang tadinya cuma 1,75 ternyata seharusnya 5,75. Angka yang lumayan tinggi  bagi rata-rata prestasi anak itu (Sarip namanya) sehari-harinya.
Sampai diparkiran, saya bilang pada mas Nano kalau amplop yang cuma 30ribu ditolak pegawai yang tugas, padahal saya cuma mau berterimakasih. Maka daripada tidak sama sekali, sebagian makanan kecil yang barusan beli saya pindahkan ke kantong kertas Smart, lalu kembali ke dalam. Alhamdulillah mereka masih mau terima...

Lega rasanya, sudah dapat dipastikan semua muridku melewati batas nilai SKL yang ditentukan. Bahasa Indonesia 4, Matematika 2.5 dan IPA 3. Kecil? tidak juga, ada sekolah lain yang hanya menentukan 3, 2 dan 3. Miris memang , tapi apa mau dikata, ini bukan cuma kemauan guru, tapi hasil rapat orang tua dan juga kepala sekolah.